Bersepeda ke kantor? Mengapa tidak?
Thursday, June 7th, 2007Pekerjaan sehari-hari dengan segala rutinitas kantor, terkadang terasa penat dan membosankan. Dibutuhkan hal-hal baru dan lebih menantang sehingga pekerjaan tidak lagi membosankan. Memperdalam keahlian tertentu, mencoba hal-hal baru, atau menekuni suatu hobi yang menyenangkan bisa juga mengurangi kepenatan dan kebosanan itu….
Sudah sekitar 3 bulan belakangan ini, saya
mencoba hobi baru. Sebenarnya tidak sepenuhnya baru, karena sejak masa
kecil saya sudah menyukai kegiatan ini. Bersepeda!
Berawal dari ide bersepeda santai di hari minggu pagi bersama teman-teman, akhirnya keterusan. Bersepeda ke kantor, atau istilah bule-nya “bike to work-(b2w)“…..
Bersepeda ke kantor satu atau dua kali seminggu, di tambah dengan minggu pagi off-road di hutan kota komplek Universitas Indonesia-Depok atau touring ke wilayah Bogor, maka lengkaplah jadwal olah-raga sekaligus ikut mengurangi polusi udara, menghemat BBM, menyehatkan, dan menyenangkan.
Bersepeda ke kantor bukan sekedar menghemat uang, tetapi telah menjadi gaya hidup. Dan biasanya suatu gaya hidup akan diikuti oleh orang lain.
Bersepeda ke kantor yang dilandasi rasa suka (hobby) maka akan membangkitkan rasa kepuasanĀ dan kebanggaan tersendiri. Sama halnya dengan pengendara “moge“,yang merasa puas dan bangga mengendarai moge-nya ke kantor atau menelusuri jalan-jalan di dalam atau luar kota. Hal tersebut dapat dilihat dari kerelaan merogoh kocek lebih dalam untuk memiliki sepeda
yang memenuhi hasrat cintanya itu.
Bersepeda ke kantor tumbuh dari kesadaran akan pentingnya menyelamatkan
lingkungan dan udara bersih yang menjadi hak semua orang daripencemaran gas buang kendaran bermotor, sehingga merelakan dirinya bergelut dalam hembusan asap kendaraan bermotor, deru mesin, dan terik sinar matahari. Ironis memang, bagaikan lilin yang merelakan dirinya terbakar untuk menerangi.
Bersepeda ke kantor dipilih sebagai bagian dari cara menjalani hidup lebih sehat memberikan semangat yang tinggi untuk berangkat kerja lebih pagi, bermandi keringat, dan menanggung segala resiko yang mungkin saja terjadi di sepanjang perjalanan.
Dengan kampanye yang telah dan akan dilakukan oleh komunitas pekerja bersepeda maka diharapkan komunitas ini akan terus bertambah sehingga lebih diperhatikan oleh pemerintah, khususnya pemda DKI Jakarta. Karena dengan kondisi tingkat polusi udara, jumlah kendaran bermotor yang terus bertambah, dan kemacetan lalu lintas dimana-mana, maka bersepeda ke kantor bisa jadi pilihan yang tepat untuk mengatasi atau setidakny mengurangi persoalan tersebut.