B2W in Korea

October 10th, 2008 by adecandra

Ternyata di Korea banyak juga orang yang naik sepeda ke kantor, walaupun tdk ada jalur khusus sepeda dan tidak terlihat tag “b2w” pada sepeda mereka. Mereka menggunakan trotoar. Trotoar di sini tdk seperti trotoar di jakarta, lebih lebar dan tidak ada pembatas, sehingga tidak perlu bunny jumping, khawatir menabrak orang, atau angkat sepedanya ketika melintas di trotoar. Sepeda diparkir di depan atau disamping halte, krn ada tempat parkir khusus sepeda.
Biasanya halte disekitar stasiun subway terlihat lebih banyak sepeda. Aku blm bisa bersepeda disini, karena semua sepeda yg diparkir dikunci, kalo ga seh aku pake aja dulu…he… he…

Cross Country Lintas Tower

August 29th, 2008 by adecandra

Memang agat terlambat menulis perihal kegiatan ini.
Karena beberapa kesibukan pekerjaan yang menghabiskan waktu, sehingga
tidak sempat membuat posting ini.

Setelah mengalami penundaan
dari rencana semula, akhirnya kegiatan PLN P3B JB Cross Country Lintas
Tower 30 KM dilaksanakan pada hari minggu, tanggal 3 Agustus 2008 yang
berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada suatu kendala yang berarti.

Kegiatan
ini diikuti lebih dari 350 orang peserta yang berasal dari Pimpinan,
staf,dan karyawan PLN P3B JB, PLN Pusat, PLN Distribusi, dan club-club
maupun perorangan yang berasal dari wilayah Jabodetabek.


Lounching dan Genjot Bareng V-Mac

February 22nd, 2008 by adecandra

Kegiatan
“Lounching dan Genjot Bareng V-Mac” diselenggarakan pada hari minggu,
tanggal 17 Februari 2008. Pelaksanaan ini sempat tertunda dari rencana
awal pelaksanaan pada hari sabtu, tanggal 26 Januari 2008 karena
kurangnya persiapan, khususnya masalah pendanaan.

Tujuan dari
kegiatan ini adalah mendeklarasikan berdirinya Villa Mutara Cinere
Cycling (V-Mac), menjalin perkenalan dan persaudaraan pesepeda antar
club atau komunitas sepeda, memperkenalkan track V-Mac kepada club atau
komunitas lain, dan sebagai media campaign dalam rangka menumbuhkan
kesadaran masyarakat untuk berolahraga sepeda dan berpartisipasi aktif
dalam mengurangi pencemaran udara (polusi) dengan mengurangi penggunaan
BBM.

Kegiatan ini sukses dilaksanakan dengan dukungan dari PT.
Indofood Sukses Makmur tbk, Majalah Griya Asri, Toko Sepeda B-Bike,
Cakra Cycling Community, Pengurus RT 07 dan RT 03, Pengurus RW 011 Vila
Mutiara Cinere, dan pihak-pihak lain yang telah mengerahkan perhatian,
tenaga, serta dana yang sangat berarti dalam kesuksesan acara tersebut.

Acara
Genjot Bareng yang baru pertama kali dilaksanakan di perumahan Vila
Mutiara Cinere menarik banyak perhatian dari warga yang tinggal di
komplek perumahan ini. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang
menonton acara pembukaan dan pelepasan yang dilaksanakan di lapangan
Blok D.

Begitupun disepanjang perjalanan, menarik perhatian
orang-orang di sepanjangh jalan karena jumlah peserta genjot bareng
yang cukup banyak. Jumlah total peserta Genjot Bareng adalah 125 orang
yang terdiri dari (116 orang peserta yang terdaftar di buku daftar
hadir peserta dan 9 orang group leader/panitia). Jumlah total panitia
yang terlibat dalam kegiatan ini, adalah lebih dari 33 orang.

Bersepeda ke kantor? Mengapa tidak?

June 7th, 2007 by adecandra

Pekerjaan sehari-hari dengan segala rutinitas kantor, terkadang terasa penat dan membosankan. Dibutuhkan hal-hal baru dan lebih menantang sehingga pekerjaan tidak lagi membosankan. Memperdalam keahlian tertentu, mencoba hal-hal baru, atau menekuni suatu hobi yang menyenangkan bisa juga mengurangi kepenatan dan kebosanan itu….

Img_5361e

Sudah sekitar 3 bulan belakangan ini, saya
mencoba hobi baru. Sebenarnya tidak sepenuhnya baru, karena sejak masa
kecil saya sudah menyukai kegiatan ini. Bersepeda!

Berawal dari ide bersepeda santai di hari minggu pagi bersama teman-teman, akhirnya keterusan. Bersepeda ke kantor, atau istilah bule-nya “bike to work-(b2w)“…..

Bersepeda ke kantor satu atau dua kali seminggu, di tambah dengan minggu pagi off-road di hutan kota komplek Universitas Indonesia-Depok atau touring ke wilayah Bogor, maka lengkaplah jadwal olah-raga sekaligus ikut mengurangi polusi udara, menghemat BBM, menyehatkan, dan menyenangkan.

Bersepeda ke kantor bukan sekedar menghemat uang, tetapi telah menjadi gaya hidup. Dan biasanya suatu gaya hidup akan diikuti oleh orang lain.

Bersepeda ke kantor yang dilandasi rasa suka (hobby) maka akan membangkitkan rasa kepuasan  dan kebanggaan tersendiri. Sama halnya dengan pengendara “moge“,yang merasa puas dan bangga mengendarai moge-nya ke kantor atau menelusuri jalan-jalan di dalam atau luar kota. Hal tersebut dapat dilihat dari kerelaan merogoh kocek lebih dalam untuk memiliki sepeda
yang memenuhi hasrat cintanya itu.

Bersepeda ke kantor tumbuh dari kesadaran akan pentingnya menyelamatkan
lingkungan dan udara bersih yang menjadi hak semua orang daripencemaran gas buang kendaran bermotor, sehingga merelakan dirinya bergelut dalam hembusan asap kendaraan bermotor, deru mesin, dan terik sinar matahari. Ironis memang, bagaikan lilin yang merelakan dirinya terbakar untuk menerangi.

Bersepeda ke kantor dipilih sebagai bagian dari cara menjalani hidup lebih sehat memberikan semangat yang tinggi untuk berangkat kerja lebih pagi, bermandi keringat, dan menanggung segala resiko yang mungkin saja terjadi di sepanjang perjalanan.

Dengan kampanye yang telah dan akan dilakukan oleh komunitas pekerja bersepeda maka diharapkan komunitas ini akan terus bertambah sehingga lebih diperhatikan oleh pemerintah, khususnya pemda DKI Jakarta. Karena dengan kondisi tingkat polusi udara, jumlah kendaran bermotor yang terus bertambah, dan kemacetan lalu lintas dimana-mana, maka bersepeda ke kantor bisa jadi pilihan yang tepat untuk mengatasi atau setidakny mengurangi persoalan tersebut.

Banjir Salah Siapa?

February 28th, 2007 by adecandra

Teringat ungkapan “Sedikit membawa berkah, banyak membawa musibah” bila berhubungan dengan air dan api.
Sesaat ketika aku menyaksikan berita kebanjiran dimana-mana. Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bandung, Bahkan di Kalimantan dan Sumatera.
Kalau di musim penghujan Jakarta tidak banjir, mungkin hanya ada di mimpi, setidaknya itulah yang dirasakan sebagaian warga Jakarta saat ini. Bagaimana tidak? Persoalan yang satu ini rasanya tidak pernah selesai, bahkan makin meluas. Lihat saja, daerah-daerah yang sebelumnya tidak tergenang banjir, kini ikut merasakannya juga.

Siapa Aku?

February 27th, 2007 by adecandra

Seringkali kita bertanya “siapa kamu?’ Sehingga kita sering melupakan diri kita sendiri. Cobalah sekali bertanya pada diri sendiri, “siapaaku?” apakah pertanyaan itu terjawab? Cobalah menghadap ke cermin, perhatikan seluruh wajah dan tubuh anda, kemudian lanjutkan dengan sederet pertanyaan berikutnya, “Dari mana aku? akan kemana aku? untuk apa aku berada (hidup) disini? berapa lama berada (hidup) disini? untuk apa aku (hidup) disini?”
Setelah semua pertanyaan itu terjawab cobalah perhatikan lagi wajah anda di cermin, wajah apakah yang anda lihat? apakah wajah anda sebagaimana anda dilahirkan ke muka bumi, atau??? Hanya anda yang dapat melihat wajah anda. Jujurlah pada diri anda.